Menyongsong Ujian Nasional yang akan dilaksanakan
pada tanggal 9-12 Mei 2016, SMP Negeri 3 Wulanggitang, yang popular dengan
sebutan SPENTIG HEWA, terus melakukan berbagai upaya mempersiapkan siswa
peserta UN. Salah satu upaya tersebut adalah melaksanakan ret-ret bagi siswa
kelas IX. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis - Jumad (21-22/04/2016) di rumah
ret-ret
Sesabanu, Hokeng ini diikuti 74 siswa peserta UN dan didampingi oleh Ibu Agnes
D. Ema Kwure, Pak Agus Sani.
Romo Aloysius Dore, Pr yang membimbing siswa dalam
ret-ret bertema “Bertolaklah ke tempat
yang lebih dalam” mengatakan bahwa ret-ret adalah kesempatan berahmat untuk
memperbaiki biduk hidup. Dalam ret-ret kita membangun
relasi yang akrab dengan Tuhan dan sesama, menyusun strategi baru untuk
menentukan pilihan dan menatap masa depan, dan memperbaiki biduk dan menyiapkan
segala perlengkapan yang perlu untuk suatu pelayaran yang jauh menuju cita-cita
dan masa depan. Dengan ret-ret, kita bisa menyumbat kembali perahu hidup yang sudah mulai bocor, menambal kembali layar hidup yang sudah mulai sobek, meluruskan dan menyambung kembali
pendayung hidup kita yang sudah mulai bengkok dan patah, menyedok dan membuang keluar air yang
terlampau banyak dan hampir menenggelamkan perahu hidup kita.
Dengan mengutip Injil Lukas 5:1-11, Rm. Alo,
mengajak siswa untuk bertolak ke tempat yang lebih dalam dan menebarkan jala.
Walau dalam hidup kita (seperti Simon) sering protes dan masih bandel, tidak mau ikut, tidak
yakin, tetapi
karena Tuhan menyuruhnya, kita harus menebarkan jala juga. Dan pasti akan menangkap
ikan dalam jumlah yang banyak. Dan dalam menghadapi
Ujian Nasional, direktur PT. Rerolara ini meyakinkan siswa untuk percaya diri
karena Yesus lah yang menyuruh “menebarkan jala” sehingga hasil tangkapan
(ujian nasional) akan memuaskan. Hasil itu selain untuk diri, juga untuk semua orang yang menantikan-nya di darat: orangtua, kakak – adik dan sahabat kenalan.
Sementara
kepala SMP Negeri 3 Wulanggitang, Yohanes Hegon Kelen, S.Pd dalam penutupan
ret-ret mengatakan bahwa kegiatan ini adalah salah satu upaya sekolah
mempersiapkan siswa menghadapi UN dan mengapresiasi semua pihak yang terlibat
dalam ret-ret ini. “Selama ini siswa sudah mengikuti bimbingan belajar, dan
melakukan try out soal-soal UN. Karena itu penting juga mempersiapkan mental
siswa. Dan upaya sekolah adalah dengan melaksanakan ret-ret bagi siswa. Dengan
ret-ret ini siswa diharapkan lebih siap secara mental menghadapi UN”, katanya.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung
kegiatan ini yaitu orangtua siswa dan Wahana Visi Indonesia (WVI) cabang Flores
Timur”, lanjut Hen.
Maria L. B. Jawa Uran, salah satu peserta ret-ret mengungkapkan kegembiraannya mengikuti
kegiatan ini. “Saya sangat senang dengan ret-ret ini. Dalam ret-ret ini kami
dibimbing untuk mengenal diri dan percaya kepada Tuhan. Sekarang saya jadi
lebih tenang dan yakin mengikuti UN nanti sebab Yesus yang menyuruh saya
bertolak ke tempat yang lebih dalam untuk menebarkan jala” kata siswa kelas IX
B ini. (grk)




No comments:
Write comments